Dalam iklan yang berdurasi sekitar 30 detik itu PKS memunculkan iklan bertema Hari Pahlawan menampilkan tokoh & guru bangsa. Di urutan pertama, muncul foto Soekarno, lalu Soeharto, Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, M Natsir, M Hatta, Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. Yang menjadi kontroversi disini adalah posisi suharto yang dalam hal ini,blum pernah mendapat gelar pahlawan dari pemerintah.
Lalu munculah pendapat dari berbagai pihak. Tentu ada yang pro ada yang kontra. Sebagian yang kontra,melihat suharto sebagai seseorang yang harus diselidiki lebih lanjut,terkait G30S,peristiwa tanjung priuk,penembak misterius (petrus) dll. Sebagian yang pro menganggap suharto sebagai bapak pembangunan. Sebesar apapun kesalahannya,beliau juga termasuk orang yang telah turut membangun bangsa ini.
Beberapa partai politik ada yang mendukung iklan ini,namun ada juga yang tidak. Masyarakat pun ada yang beranggapan iklan ini membuat citra PKS yang selama ini dikenal “jujur dan baik” menjadi agak rancu. Di lain pihak ada juga yang melihat ini sebagai strategi PKS meraih simpati berbagai lapisan masyarakat.
Namun ada satu hal yang membuat saya kagum,iklan ini berhasil membuat elite politik hingga masyarakat kecil,membahas dan membicarakan sebuah partai,yaitu PKS. Terlepas dari berbagai kontroversinya,saya menganggap PKS “sukses” membuat iklan yang membuat orang membicarakan PKS.
Nice iklan gan.heheh
(sumber: youtube,detik.com,koran tempo dirumah,internet..hehhehe)
Sedang ingin berkampanye tentang "Go Green". Mari kita hijaukan kembali bumi. Agar bumi tersenyum ramah kepada kita. Save Earth Now. :)



pertamanya tu iklan Qpikir dari lembaga pemerintah apa…
bukan partai,,
hoho
Whehehe…
Ternyata ya…
Tp aq rung ndelok iklane je yud.. Kayak gmana bntuknya..
@capoenk
diatas itu kan iklannya bang..hehehe
@ans
whehehe..iklannya emang top..hheheh
Semua partai politik memiliki tujuan yang sama dalam PEMILU 2009 nanti. Ini adalah kompetisi memperebutkan kursi. PKS tak ubahnya seperti Parpol-Parpol lain. Tujuannya hanya satu. Mendapatkan simpati yg besar dari warga negara.
@ P. Sulistiyo
setuju pak!!! namanya juga parpol…=p